Artikel PAUD & Orang Tua
MARAKNYA PAUD, TK SERTA ORANG TUA YANG MENGAJARKAN ANAKNYA BELAJAR
CALISTUNG.
Sebenarnya sudah tidak asing lagi ketika kita mendengar atau
melihat langsung fenomena maraknya TK dan PAUD serta Orang Tua yang mengajarkan
calistung kepada anaknya, karena disekeliling kita itu sudah mempraktekkan
semua itu, dengan tujuan agar anaknya lebih pintar dari anak orang lain, itu
salah satunya tujuan orang tua maupun guru TK dan PAUD, tetapi semua itu kontra
dengan psikologis seorang anak yang disarankan untuk mulai belajar calistung
ketika masuk usia Sekolah Dasar untuk mempertimbangkan factor kesiapan kognitif
anak.
Disisi
lain, Brazeton seorang ilmuan perkembangan dan perilaku anak dari Amerika
meniliti bahwa Anak Pada
usia dini 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Pada usia
tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat
baik dan buruk. Itulah masa-masa yang dimana perkembangan fisik, mental maupun
spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa
tersebut sebagai masa-masa emas anak (golden age). Brazelton juga
menyebutkan bahwa pengalaman anak pada bulan dan tahun pertama kehidupannya
sangat menentukan apakah anak ini mampu menghadapi tantangan dalam
kehidupannya.
Dari situlah kita sebagai Orang tua harus bisa memanfaatkan
masa–masa ke-emasan seorang anak yang mampu menerima daya ingat cepat hingga 80
persen, sehingga kecerdasan anak akan mulai tertanam dari kecil, dan mampu
meraih keberhasilan yang dicita-citakan Orang Tuanya. Saya sangat setuju dengan
pembelajaran calistung yang diajarkan di TK maupun PAUD, karena itu salah satu
pembekalan kepada anak sebelum melanjutkan kependidikan Dasar, agar anak
tersebut tidak buta atau makin mahir dalam calistung. Karena pada dasarnya
kebanyakan anak yang masuk ke Sekolah Dasar itu belum faham betul atau belum
mahir dalam Calistung.
Kalau melihat pendidikan di TK dan PAUD juga tidak
mengesampingkan psikologis anak, dengan menggunakan metode belajar dan bermain,
dari situlah kita bisa melihat bahwasannya apa yang sudah diajarkan di TK dan
PAUD sudah sangat maksimal tanpa meninggalkan psikologis anak tersebut,
sehingga anak merasa nyaman dan selalu aktif dalam proses pembelajaran yang ada
di TK dan PAUD.
Semua orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi orang
yang sukses Dunia dan Akhirat, dengan melakukan segala upaya apapun pasti akan
dilakukan orang tua tersebut, sehingga apa yang dicita-citakan orang tuanya
mampu dilaksanakan anaknya, contoh yang lagi ramai-ramainya Orang tua yang
mengikutkan anak usia dini-nya les calistung dengan harapan yang besar dan
cita-cita yang besar.
Padahal pendidikan dari Orang tuanya langsung itu juga
sangat penting untuk kesuksesan anaknya nanti, karena yang mengetahui karakter
anak tersebut adalah Orang tuanya, saya kurang setuju dengan Orang tua yang
ikut sertakan anaknya dalam les calistung, karena saya lihat Orang tua tersebut
kurang percaya diri dengan apa yang dia punyai, sehingga jangan salahkan kalau
anaknya nanti juga kurang percaya diri dengan kemampuannya sendiri.
Saya harap kepada seluruh Orang tua agar ikut serta mendidik
anaknya, jangan hanya pasrah betul dengan pendidikan disekolahan, karena adanya
peran dari Orang tualah yang mampu memberikan energi positive kepada anaknya
sendiri, sehingga anak tersebut mampu mamberikan apa yang diharapkan Orang
tuanya, disisi lain Orang tua juga harus memahami psikologis anaknya tersebut
agar anak itu tidak selalu tertekan.
Orang tua juaga harus memahami betul, bahwa pada usia dini
inilah, karakter anak akan terbentuk dari hasil belajar dan menyerap dari
perilaku kita sebagai orang tua. Pada usia ini perkembang mental berlangsung
sangat cepat. Pada usia itu pula anak menjadi sangat sensitif dan peka
mempelajari dan berlatih sesuatu yang dilihatnya, dirasakannya dan didengarkannya.
Mungkin ini hanya ini yang bisa berikan, semoga kita yang
menjadi Guru maupun Orang tua agar tetap memberikan pengajaran calistung kepada
anak usia dini-nya, tanpa meninggalkan atau mengesampingkan pekerjaan anak usia
dini, yaitu bermain, bermain, dan bermain. Semoga sedikit tulisan ini
bermanfaat bagi kita semua. Aaamin.
#Ini karyaku, apa karyamu ?


Komentar
Posting Komentar