CONTOH PTK (Penelitian Tindakan Kelas)
UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAQ DENGAN
METODE PENGAJARAN KOOPERATIF PADA SISWA KELAS V DI MI SUNAN AMPEL SIDORAHARJO
KEDAMEAN GRESIK,
TAHUN PELAJARAN 2011/2012
PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

ANSORI,
S.Pd
MADRASAH
IBTIDAIYAH “ SUNAN AMPEL “
SIDORAHARJO KEDAMEAN GRESIK
2 0 1 1
LEMBAR PENGESAHAN
Proposal penelitian ini telah
disetujui dan sahkan untuk dijadikan sebagai salah satu Karya Tulis Ilmiah
tentang Penelitian Tidakan Kelas (PTK).
Judul : UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN AQIDAH
AKHLAQ DENGAN
METODE PENGAJARAN
KOOPERATIF PADA SISWA KELAS V DI MI SUNAN AMPEL SIDORAHARJO KEDAMEAN GRESIK TAHUN PELAJARAN 2011/2012
.
Gresik, 2011
Mengetahui
Kepala Penulis
ANSORI, S.Pd
ANSORI, S.Pd
KATA
PENGANTAR
Dengan mengucap
syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT, hanya dengan limpahan rahmat dan
hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas penyusunan karya ilmiah yang
sekaligus sebagai karya Penelitian
Tindakan Kelas
(PTK) dengan judul “ UPAYA
PENINGKATAN PRESTASI BELAAR MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAQ DENGAN METODE
PENGAARAN KOOPERATIF PADA SISWA KELAS V DI MI SUNAN AMPEL SIDORAHARJO KEDAMEAN
GRESIK “, penulisaan Proposal Penelitian ini saya susun untuk mengikuti pelaksanaan
ujian lisan mata kuliyah Metodologi Penelitian.
Dalam penyusunan karya ini, penulis banyak
mendapat bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu terima kasih saya ucapkan dengan tulus dan sedalam-dalamnya
kepada :
- Ansori, S.Pd selaku Kepala MI Sunan Ampel
Sidoraharjo Kedamean Gresik
- Rekan-rekan guru MI Sunan Ampel Sidoraharjo Kedamean Gresik
- Seluruh keluargaku tercinta yang selalu memberikan motivasi dan
dukungannya.
- Semua pihak yang telah banyak menbantu sehingga penulisan ini selesai.
Penulis menyadari
bahwa penulisan Proposal Penelitian ini
jauh dari sempurna untuk itu segala kritik dan saran yang bersifat membangun
dari semua pihak selalu penulis harapkan.
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG.
Kehidupan
dan peradapan manusia senantiasa mengalami perubahan. Dalam merespon fenomena
itu, manusia berpacu mengembangkan kualitas pendidikan, salah satunya melalui
penyempurnaan kurikulum. Kualitas pendidikan yang tinggi diperlukan untuk
menciptakan kehidupan yang cerdas, damai, terbuka, demokratis, dan mampu
bersaing.
Pendidikan
agama Aqidah Akhlaq di Madrasah sebagai bagian integral dari Pendidikan Agama,
memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan dalam pembentukan watak dan
kepribadian sisiwa. Tetapi secara substansial mata pelajaran Aqidah Akhlaq
memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk
mempraktekan nilai-nilai keyakinan keagamaan (tauhid) dan akhlaqul karimah
dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan
pengalaman penulis dilapangan, kegagalan belajar banyak dijumpai pada siswa
yang tidak memiliki dorongan belajar.
Untuk itu dibutuhkan suatu kegiatan yang dapat membangkitkan motivasi
belajar siswa.
Motivasi
tidak hanya menjadikan siswa terlibat dalam kegiatan akademik, motivasi juga
penting dalam menentukan seberapa jauh siswa menyerap informasi yang disajikan kepada mereka. Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu
untuk menggunakan proses kognitif yang
lebih tinggi dalam mempelajari materi itu.
Sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan
lebih baik. Tugas penting guru adalah
mendukung motivasi siswa (Nur,
2001: 3). Untuk itu sebagai seorang guru disamping
menguasai materi juga diharapkan dapat menyajikan materi yang sesuai dengan
kemampuan dan kesiapan anak. Berdasarkan
uraian tersebut diatas penulis mencoba menerapkan salah satu metode pembelajaran yaitu : metode pembelajaran
kooperatif. Penulis memilih metode ini
untuk mengkondisikan siswa dapat menentukan
apa yang perlu dipelajari dan bagaimana mempelajarinya, membantu siswa memahami
konsep-konsep sulit, menumbuhkan kerjasama dalam berfikir, berfikir kritis dan
kemampuan dalam membantu teman dalam berfikir.
Dari
latar belakang diatas maka penulis dalam penelitian ini mengambil judul “ Upaya
Peningkatan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Aqidah Akhlaq Dengan Metode
pengajaran kooperatif pada Siswa kelas V di MI Sunan Ampel Sidoraharjo Kedamean
Gresik.
B.
Rumusan Masalah.
Berdasarkan latar belakang
diatas, maka rumusan masalah sebagai berikut:
1.
Bagaimana kemampuan guru mengelola
kelas dengan metode pembelajaran Kooperatif?
2.
Bagaimana aktifitas guru dan siswa
dalam pembelajaran menerapkan pembelajaran metode Kooperatif?
3.
Bagaimana prestasi belajar siswa
setelah diterapkan metode pembelajaran Kooperatif?
C.
Tujuan Penelitian
Sesuai dengan permasalahan diatas, penelitian ini bertujuan
untuk :
1.
Mendeskripsikan kemampuan guru
mengelola kelas dengan metode pembelajaran Kooperatif?
2.
Mendeskripsikan aktifitas guru dan
siswa dalam pembelajaran yang menerapkan
metode Kooperatif?
3.
Mengetahui Prestasi siswa setelah
diterapkannya metode pembelajaran Kooperatif?
D.
Manfaat Penelitian
Penulis mengharapkan dengan hasil
penelitian ini dapat:
1.
Memperbaiki mutu pembelajaran melalui
strategi pembelajaran yang efektif.
2.
Memberikan informasi tentang model
pembelajaran yang menerapkan metode pembelajaran kooperatif.
3.
Menjadi referensi guru dalam
mengatasi masalah belajar siswa sehingga dengan cepat dapat mengambil tindakan
yang tepat.
BAB V
KAJIAN PUSTAKA DAN RENCANA
TINDAKAN
A.
KAJIAN PUSTAKA
1.
Metode Pembelajaran kooperatif.
Model
pembelajaran Kooperatif tidaklah
berevolusi dari satu pendekatan tunggal. Model ini dapat ditelusuri kembali
dari jaman Yunani kuno, namun perkembangannya
pada masa kini dapat dilacak dari karya para ahli psikologi
pendidikan dan teori belajar pada awal
abad ke -20.
1.
John Dewey, Herbert Theland, dan
Kelas Demokratis.
Pada
tahun 1916, John Dewey, yang kemudian mengajar di Universitas Chicago, menulis
sebuah buku yang berjudul Democracy and Education. Dia menetapkan sebuah konsep pendidikan yang
menyatakan bahwa kelas seharusnya cermin masyarakat yang lebih besar yang
berfungsi sebagai laboratorium untuk belajar tentang kehidupan nyata.
Herbert
Thelan (1954,1969) juga dari Universitas Chicago, mengembangkan prosedur yang
lebih tepat untuk membawa siswa bekerja dalam
kelompok. Thelan berargumentasi
bahwa kelas haruslah merupakan laboratorium atau miniature demokrasi yang
bertujuan mengkaji masalah-masalah social, dan antar pribadi.
2.
Gordon Allport dan Relasi antar
kelompok.
Ahli
sosiologi Gordon Allport mengingatkan bahwa hukum saja tidak mengurangi
kecurigaan antar kelompok dan mendatangkan penerimaan dan pemahaman lebih baik.
Shlomo
Sharan dan teman-temannya mengiktisarkan tiga kondisi dasar yang dirumuskan
oleh gordon Allport untuk mencegah terjadinya kecurigaan antar ras dan etnis
yaitu:
a.
Kontak langsung antar etnis, yaitu:
b.
Sama-sama berperan serta didalam
kondisi status yang sama antara anggota dari berbagai kelompok dalam suatu
setting tertentu.
c.
Dimana setting itu secara resmi
mendapat persetujuan kerjasama antar etnis.
3. Belajar Berdasar Pengalaman
Pandangan
teoritis terakhir yang memberikan dukungan teoritis untuk pembelajaran
komparatif datang dari para ahli teori dan peneliti yang tertarik terhadap
bagaimana individu belajar dari pengalaman.
Pengalaman banyak memberikan sumbangan terhadap apa yang dipelajari
seseorang.
2.
Pengertian Prestasi Belajar
Kata
prestasi berasal dari Bahasa Belanda, yaitu “Prestatie” yang artinya apa yang
telah dapat diciptakan. Hasil pekerjaan
atau hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan
berusaha. Sedangkan arti prestasi
menurut W.J.S. Purwadarminta dalam kamus
bahasa Indonesia (1986 : 700) menyatakan
bahwa prestasi, adalah hasil yang telah dicapai setelah melakukan atau
mengerjakan sesuatu hal. Zaenal Arifin
(1991: 3 ), Menyatakan bahwa “Prestasi adalah suatu usaha dari seseorang siswa,
kemampuan siswa tersebut apa yang dapat
dinilai atau dicapai dalam pemberian evaluasi.
Dari pengertian para ahli dapat ditarik kesimpulan bahwa
pretasi adalah hasil usaha seseorang setelah dia mengerjakan atau melakukan
sesuatu setelah dinilai.
3.
Pengertian Belajar
Menurut pendapat J.L. Pasaribu dan Simanjuntak (1983 : 60 ),
menyatakan bahwa:
Belajar adalah
suatu proses perubahan kegiatan reaksi terhadap lingkungan, perubahan tersebut
tidak dapat disebut belajar apabila
disebabkan oleh pertimbangan atau
keadaan sementara seseorang, seperti kelelahan atau disebabkan obat-obatan.
Jadi
pengertian belajar adalah sebuah proses berubah, dalam arti perubahan tentang
tingkah laku terhadap lingkungan sekitar.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi prestasi belajar:
a.
Faktor intern.
Yaitu
faktor-faktor atau unsur-unsur yang ada didalam diri anak itu sendiri yang
mempengaruhi kegiatan belajar.
b.
Faktor ekstern
Yaitu
faktor-faktor atau unsur-unsur yang
mempengaruhi perbuatan belajar yang berasal dari luar dari anak itu sendiri. Ada faktor-faktor atau unsur-unsur yang
mempengaruhi prestasi belajar anak yaitu antara lain:
-
Faktor Pendidik atau guru
Didalam
menentukan prestasi belajar, seorang guru atau pendidik adalah faktor yang
sangat penting dalam keberhasilan seorang siswa, dalam menyerap ilmu yang
mereka berikan.
-
Faktor Siswa atau peserta didik.
Seorang peserta didik harus sadar akan
kewajibannya sebagai seorang siswa, Jika seorang siswa sadar akan kewajibannya
sebagai seorang siswa yang harus belajar dengan baik, maka dia akan berhasil
dalam mencapai tujuan belajar, tetapi sebaliknya apabila siswa tidak menyadari
akan kewajibannya, maka dia akan gagal dalam mencapai tujuan yang
dicita-citakan.
-
Faktor Metode atau cara.
Di
dalam faktor metode pengajaran, seorang guru dituntut untuk memilih metode apa
yang cocok yang akan digunakan dalam penyampaian materi pelajaran.
-
Faktor media atau alat-alat
pembelajaran
Seorang
guru harus dapat menentukan media apa yang akan dipilih atau yang akan
digunakan dalam proses pembelajaran.
Apabila guru tepat memilih media yang tepat, maka siswa akan dengan
mudah memahami materi yang diberikan. Dan hal ini akan sangat membantu siswa dalam belajar,
begitu juga sebaliknya apabila guru
salah memilih media pengajaran, maka akan menyulitkan peserta didiknya.
4. Pengertian Aqidah Akhlaq
Menurut bahasa, kata Aqidah berasal dari bahasa Arab, yaitu aqodda
yang artinya adalah ikatan atau perjanjian. Para ulama memberi pengertian
(mendefinisikan) Aqidah sebagai berikut :
Menurut istilah, aqidah adalah suatu pokok atau dasar keyakinan
yang harus dipegang oleh orang yang mempercayainya.
Berdasarkan pengertian Aqidah diatas, maka yang dimaksud Aqidah
Akhlaq adalah pokok-pokok aqidah, seperti nama-nama sifat Allah tentang
Malaikat, kitab-kitab Allah, hari qiamat, syurga, neraka mereka dan lain-lain. Mata
pelajaran Aqidah Akhlaq dalam kurikulum Madrasah adalah salah satu bagian mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam yang diarahkan untuk menyiapkan peserta didik untuk
mengenal, memahami, menghayati, dan mengamalkan syariat Islam, yang kemudian
menjadi dasar pandangan hidupnya (way of live) melalui kegiatan bimbingan,
pembelajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman.
B.
RENCANA TINDAKAN
Rencana
tindakan merupakan tahap dimana dilaksanakan strategi, teknik dan alternatif
pemecahan masalah dalam pelaksannaan pengajaran menggunakan metode kooperatif
Rencana
tindakan pada metode kooperatif adalah dengan menggunakan Managemen tugas,
antara lain:
1.
Tugas-tugas Perencanaan.
a.
Memilih Pendekatan.
-
STAD (Student Teams Achievement
Division)
Guru
yang menggunakan STAD juga mengacu pada belajar kelompok siswa, menyajikan
informasi akademik baru kepada setiap siswa setiap minggu menggunakan
presentasi verbal atau teks. Siswa dalam
suatu kelas dipecah menjadi kelompok dengan anggota 4-5 orang. Setiap kelompok
haruslah heterogen, terdiri dari laki-laki, dan perempuan, memiliki kemampuan
tinggi,sedang dan rendah.
b.
Tugas-Tugas Interaktif.
-
Menyampaikan tujuan dan memotivasi
siswa.
Guru
memulai pelajaran dengan menelaah ulang , menjelaskan tujuan mereka dengan
bahasa yang mudah dipahami, dengan menunjukkan bagaimana pelajaran itu terkaait
dengan pelajaran sebelumnya.
-
Menyajikan Informasi.
Guru Menyajikan informasi dengan jelas kepada sisiwa dan
memberikan petunjuk bagaimana melakukannya.
- Mengorganisasikan
dan Membantu Kelompok Belajar.
BAB VI
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian
tindakan, karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di
kelas. Penelitian ini juga termasuk
penelitian deskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu tehnik pembelajaran
diterapkan dan bagaimana hasil yang dVnginkan dapat dicapai.
Dalam penelitian ini peneliti
bertindak sebagai guru bidang studi Aqidah Akhlaq sebagai pengajar tetap dan
dilakukan seperti biasa, sehingga siswa tidak tahu kalau diteliti. Dengan cara ini diharapkan dan didapatkan data yang seobyektif mungkin demi kevalidan data
yang diperlukan.
Penelitian ini akan dihentikan
apabila ketuntasan belajar secara klasikal telah mencapai 85% atau lebih. Jadi
dalam penelitian ini, peneliti tidak tergantung pada jumlah siklus yang harus
dilalui.
A.
SETTING PENELITIAN
Setting
penelitian diartikan sebagai ruang/lokasi, waktu serta subyek yang akan di
teliti yang dapat diuraikan sebagai berikut :
1.
Lokasi Penelitian
Nama
Lokasi : MI SUNAN AMPEL
Alamat : Sidoraharjo kec. Kedamean Kab.gresik
2.
Waktu Penelitian
Bulan
Juli 2011 – Bulan September 2012
3.
Subyek Penelitian
Siswa-siswi kelas V
di MI SUNAN AMPEL sebanyak 30
orang pada pokok bahasan. Mengamati sifat wajib Allah, sifat mukhal Allah, SWT.
B.
PERSIAPAN PENELITIAN
Sesuai
dengan jenis penelitian yang dipilih, yaitu penelitian tindakan, maka
penelitian ini menggunakan model
penelitian tindakan dari Kemmis dan
Taggart.(dalam Sugiarti, 1997 : 6 ) yaitu berbentuk spiral dari siklus yang
satu ke siklus berikutnya. Setiap siklus
meliputi Planning, action, observation,
dan reflection. Langkah pada siklus
berikutnya adalah perencanaan yang sudah direvisi,tindakan, pengamatan dan
refleksi. Sebelum masuk pada siklus 1
dilakukan tindakan pendahuluan yang berupa identifikasi permasalahan. Siklus spiral dari tahap tahap penelitian
tindakan kelas dapat dilihat pada gambar berikut
C.
SIKLUS PENELITIAN
![]() |
|
![]() |
Keterangan :
1.
Rancangan atau rencana awal, sebelum
mengadakan penelitian peneliti menyusun rumusan masalah, tujuan dan membuat
rencana tindakan, termasuk didalamnya instrumen penelitan dan perangkat pembelajaran.
2.
Kegiatan dan pengamatan, meliputi tindakan
yang dilakukan oleh peneliti sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar siswa,
serta mengamati hasil atau dampak dari diterapkannya metode pembelajaran
kooperatif.
3.
Refleksi, Peneliti mengkaji, melihat,
dan mempertimbangkan hasil atau dampak dari tindakan yang dilakukan
berdassarkan lembar pengamatan yang dVsi oleh pengamat.
4.
Rencana yang direvisi, berdasarkan hasil dari refleksi dari pengamat
membuat rancangan yang direvisi untuk dilaksanakan pada siklus berikutnya.
Observasi
dibagi dalam dua putaran yaitu putaran 1 dan 2, dimana masing-masing putaran
dikenai perlakuan yang sama (alur kegiatan yang sama) dan membahas satu pokok
bahasan yang diakhiri dengan tes formatif diakhir masing putaran.
D.
INSTRUMEN PENELITIAN
Instrumen
dalam penelitian merupakan alat yang digunakan sebelum, selama dan sesudah
penelitan yang berkaitan langsung dengan tindakan yang dikenakan pada siswa
terdiri dari :
a.
Silabus.
b.
RPP
c.
lembar kegiatan siswa
d.
Lembar observasi kegiatan belajar
mengajar
1.
Lembar observasi pengolahan
pembelajaran metode kooperatif, untuk mengamati kemampuan guru dalam mengelola
pembelajaran.
2.
Lembar Observasi aktivitas siswa dan
guru, untuk mengamati aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran.
e.
Tes Formatif.
E.
METODE PENGUMPULAN DATA
Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh
melalui observasi pengolahan pembelajaran dengan metode kooperatif, observasi
aktifitas siswa dan guru, dan tes formatif.
F.
TEHNIK ANALISIS DATA
Untuk
mengetahui keefektifan suatu metode dalam kegiatan pembelajaran perlu diadakan
analisis data.
Untuk
menganalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan siswa setelah
proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan cara memberikan
evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir putaran.
Analisis
ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana yaitu:
1.
Untuk menilai ulangan atau tes formatif.
Peneliti
melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa, yang selanjutnya dibagi
dengan jumlah siswa yang ada dikelas tersebut sehingga diperoleh rata-rata tes
formatif dapat dirumuskan:
∑ N
∑ X =
Jumlah Semua nilai siswa
2.
Untuk Ketuntasan Belajar.
Ada dua kategori ketuntasan
belajar yaitu secara perorangan dan secara klasikal. Berdasarkan petunjuk pelaksanaan belajar
mengajar kurikulum 1994 (Depdikbud,1994), yaitu seorang siswa telah tuntas
belajar bila telah mencapai skor 65%
atau nilai tersebut mencapai minimal Kriteria ketuntasan minimal (KKM), dan
kelas disebut tuntas belajar bila dikelas tersebut terdapat 85% yang telah
mencapai daya serap lebih dari sama dengan 65%.
Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar digunakan rumus sebagai
berikut:

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN
A.
HASIL PENELITIAN
1.
SIKLUS PERTAMA
a.
Tahap Perencanaan
Pada
tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari
rencana pembelajaran 1, LKS 1, Soal tes
Formatif 1, dan alat-alat pengajaran yang mendukung.
b.
Tahap Kegiatan dan pelaksanaan.
Pelaksanaan
kegiatan belajar mengajar untuk siklus 1 dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2011 dikelas V dengan jumlah siswa 30 anak. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai
guru. Adapun proses belajar mengajar
mengacu pada rencana pembelajaran yang telah disiapkan sebelumnya. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan
dengan pelaksanaan belajar mengajar.
Pada
akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif 1 dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses
belajar mengajar yang telah dilakukan.
Adapun data hasil penelitian pada siklus 1 adalah sebagai berikut:
Tabel hasil tes
Formatif Siswa pada siklus 1
|
No
|
Induk
|
Nama
|
BIDANG STUDI AQIDAH A
|
Ket
|
|
|
T
|
TT
|
||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
|
1
|
399
|
Achmad Fandio Darusman
|
80
|
√
|
|
|
2
|
400
|
Achmad Fatoni
|
80
|
√
|
|
|
3
|
401
|
Ahmad Fadli Muzaki
|
55
|
|
√
|
|
4
|
402
|
Alda Katurindes
|
80
|
√
|
|
|
5
|
403
|
Anis Nurmawatin
|
80
|
√
|
|
|
6
|
404
|
Arif Pranoto
|
80
|
√
|
|
|
7
|
405
|
Arik Purwanto
|
50
|
|
√
|
|
8
|
406
|
Ayu Fitri Lestari
|
70
|
√
|
|
|
9
|
407
|
Bayu Adi Setiawan
|
80
|
√
|
|
|
10
|
408
|
Dewi Anjarsari
|
70
|
√
|
|
|
11
|
409
|
Dewi Purwati
|
70
|
√
|
|
|
12
|
410
|
Dewi Sunipah
|
50
|
|
√
|
|
13
|
411
|
Diki Adi Setiawan
|
80
|
√
|
|
|
14
|
412
|
Dita Krisdiantoro
|
60
|
|
√
|
|
15
|
413
|
Dwi Afita Tri Astri
|
80
|
√
|
|
|
16
|
314
|
Febri Eko Budiawan
|
80
|
√
|
|
|
17
|
315
|
Khusnul Khotimah
|
60
|
|
√
|
|
18
|
316
|
Lia Nurhayati
|
80
|
√
|
|
|
19
|
317
|
Linda Asmara
|
80
|
√
|
|
|
20
|
318
|
Muhammad Arif Syafaruddin
|
80
|
√
|
|
|
21
|
319
|
Muhammad Feri Efendy
|
80
|
√
|
|
|
22
|
320
|
Muhammad Khomaruddin
|
80
|
√
|
|
|
23
|
321
|
Muhammad Sholikhan Arif
|
60
|
|
√
|
|
24
|
322
|
M. Taufik Sultoni Ilman
|
80
|
√
|
|
|
25
|
323
|
Narto
|
80
|
√
|
|
|
26
|
324
|
Saiful Arif
|
80
|
√
|
|
|
27
|
325
|
Saiful islam Al - Ghozi
|
50
|
|
√
|
|
28
|
326
|
Sisca Mafrudhotul Khoirotur
|
80
|
√
|
|
|
29
|
327
|
Siti Anggraini
|
50
|
|
√
|
|
30
|
328
|
Siti ayu Candra lestari
|
65
|
√
|
|
|
|
|
Jumlah skor
|
2150
|
|
|
|
|
|
Skor maksimal ideal
|
3000
|
|
|
|
|
|
Rata-rata skor tercapai
|
71,67
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan :
T : Tuntas
TT :
Tidak Tuntas
Jumlah
siswa yang tuntas : 22 siswa
Jumlah
siswa yang tidak tuntas : 8 siswa
Klasikal
: 73,33%
Tuntas
Tabel
Rekapitulasi hasil tes formatif 1
|
No
|
Uraian
|
Hasil siklus 1
|
|
1
2
3
|
Nilai rata-rata tes formatif
Jumlah siswa yang tuntas belajar
Persentase ketuntasan belajar
|
71,67
22
73,33
|
2.
SIKLUS KEDUA
a.
Tahap Perencanaan.
Pada
tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari
rencana pembelajaran 2, lks 2, tes formatif 2, dan alat-alat pengajaran yang
mendukung.
b.
Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan.
Pelaksanaan
belajar mengajar untuk silklus V dilaksanakan pada tanggal. 18 Agustus 2011 dengan jumlah siswa 30
siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak
sebagai guru. Adapun dalam proses
belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi
pada siklus I, Sehingga kesalahan pada siklus I tidak terulang lagi pada siklus
V. Pengamatan dilakukan bersamaan dengan
pelaksananaan belajar mengajar.
Pada
akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif V dengan tujuan untuk
mengetahui tingkat keberhasilan siswa selama proses belajar mengajar yang telah
dilakukan. Instrumen yang digunakan adalah tes formatif V. Adapun data hasil penelitian pada siklus V
adalah sebgai berikut:
Tabel
hasil tes Formatif Siswa pada siklus V
|
No
|
Induk
|
Nama
|
BIDANG STUDI AQIDAH A
|
Ket
|
|
|
T
|
TT
|
||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
|
1
|
399
|
Achmad Fandio Darusman
|
90
|
√
|
|
|
2
|
400
|
Achmad Fatoni
|
90
|
√
|
|
|
3
|
401
|
Ahmad Fadli Muzaki
|
70
|
√
|
|
|
4
|
402
|
Alda Katurindes
|
80
|
√
|
|
|
5
|
403
|
Anis Nurmawatin
|
80
|
√
|
|
|
6
|
404
|
Arif Pranoto
|
90
|
√
|
|
|
7
|
405
|
Arik Purwanto
|
60
|
|
√
|
|
8
|
406
|
Ayu Fitri Lestari
|
70
|
√
|
|
|
9
|
407
|
Bayu Adi Setiawan
|
90
|
√
|
|
|
10
|
408
|
Dewi Anjarsari
|
70
|
√
|
|
|
11
|
409
|
Dewi Purwati
|
90
|
√
|
|
|
12
|
410
|
Dewi Sunipah
|
60
|
|
√
|
|
13
|
411
|
Diki Adi Setiawan
|
80
|
√
|
|
|
14
|
412
|
Dita Krisdiantoro
|
70
|
√
|
|
|
15
|
413
|
Dwi Afita Tri Astri
|
90
|
√
|
|
|
16
|
314
|
Febri Eko Budiawan
|
80
|
√
|
|
|
17
|
315
|
Khusnul Khotimah
|
60
|
√
|
|
|
18
|
316
|
Lia Nurhayati
|
80
|
√
|
|
|
19
|
317
|
Linda Asmara
|
80
|
√
|
|
|
20
|
318
|
Muhammad Arif Syafaruddin
|
80
|
√
|
|
|
21
|
319
|
Muhammad Feri Efendy
|
80
|
√
|
|
|
22
|
320
|
Muhammad Khomaruddin
|
90
|
√
|
|
|
23
|
321
|
Muhammad Sholikhan Arif
|
70
|
√
|
|
|
24
|
322
|
M. Taufik Sultoni Ilman
|
80
|
√
|
|
|
25
|
323
|
Narto
|
90
|
√
|
|
|
26
|
324
|
Saiful Arif
|
90
|
√
|
|
|
27
|
325
|
Saiful islam Al - Ghozi
|
70
|
√
|
|
|
28
|
326
|
Sisca Mafrudhotul Khoirotur
|
80
|
√
|
|
|
29
|
327
|
Siti Anggraini
|
60
|
|
√
|
|
30
|
328
|
Siti ayu Candra lestari
|
80
|
√
|
|
|
|
|
Jumlah skor
|
2350
|
|
|
|
|
|
Skor maksimal ideal
|
3000
|
|
|
|
|
|
Rata-rata skor tercapai
|
78,33
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan :
T : Tuntas
TT :
Tidak Tuntas
Jumlah
siswa yang tuntas : 27 siswa
Jumlah
siswa yang tidak tuntas : 3 siswa
Klasikal : 90 % Belum
Tabel
Rekapitulasi hasil tes formatif V
|
No
|
Uraian
|
Hasil siklus V
|
|
1
2
3
|
Nilai rata-rata tes formatif
Jumlah siswa yang tuntas belajar
Persentase ketuntasan belajar
|
78,33
22
90%
|
Berdasarkan
Tabel diatas diperoleh nilai rata-rata tes 78,33 dan dari 30 siswa yang telah
tuntas sebanyak 27 siswa dan 3 siswa belum mencapai ketuntasan belajar. Maka secara klasikal ketuntasan belajar yang
telah tercapai sebesar 90% (termasuk kategori tuntas). Hasil pada siklus V ini mengalami peningkatan
lebih baik dibandingkan dari siklus I.
Adanya peningkatan hasil belajar pada siklus V ini dipengaruhi oleh
adanya kemampuan guru dalam menerapkan metode pembelajaran komparatif, sehingga
siswa lebih terbiasa dengan pembelajaran seperti ini dan siswa mudah dalam
memahami materi yang telah disampaikan guru.
Pada siklus V ini ketuntasan secara klasikal telah tercapai, sehingga
penelitian ini hanya sampai pada siklus V.
c. Refleksi.
Pada
tahap ini akan dikaji apa yang telah terlaksana dengan baik maupun yang masih
kurang baik dalam proses belajar mengajar
dengan menerapkan metode pembelajaran komparatif. Dari data-data yang diperoleh dapat diuraikan
sebagai berikut:
1.
Selama Proses belajar mnegajar guru
telah melaksanakan semua pembelajaran dengan baik. Meskipun ada beberapa aspek yang belum
sempurna, tetapi persentase pelaksanaannya untuk masing-masing aspek cukup
besar.
2.
Berdasarkan data hasil pengamatan
diketahui bahwa siswa aktif selama proses belajar berlangsung.
3.
Kekurangan pada siklus-siklus
sebelumnya sudah mengalami perbaikan dan peningkatan sehingga menjadi lebih
baik.
4.
Hasil belajar siswa pada siklus V
mencapai ketuntasan.
d. Revisi
Pelaksanaan
Pada
siklus V guru telah menerapkan metode pembelajaran komparatif dengan baik, dan
dilihat dari aktifitas siswa serta hasil bejar siswa, pelaksanaan proses
belajar mengajar sudah berjalan dengan
baik. Maka tidak perlu dilakukan revisi
terlalu banyak, tetapi yang perlu diperhatikan untuk tindakan selanjutnya
adalah memaksimalkan dan mempertahankan apa yang telah ada dengan tujuan agar
pada pelaksanaan proses belajar mengajar selanjutnya menerapkan metode
pembelajaran komparatif dapat meningkatkan proses belajar-mengajar sehingga
tujuan pembelajaran dapat tercapai.
B.
PEMBAHASAN.
1.
Ketuntasan Hasil Belajar Siswa.
Melalui
hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif memiliki dampak
positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin tingginya
pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar
meningkat dari siklus I dan siklus V).
Pada siklus V ketuntasan belajar siswa tercapai.
2.
Kemampuan Guru Dalam Mengelola
Pembelajaran.
Berdasarkan
analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran kooperatif
dalam setiap siklus mengalami peningkatan.
Hal ini berdampak positif pada prestasi belajar siswa yaitu dapat
ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa pada setiap siklus yang
terus mengalami peningkatan.
3.
Aktifitas Guru Dan Siswa Dalam
Pembelajaran.
Berdasarkan
analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran mata pelajaran Aqidah Akhlaq pada pokok bahasan
mengamati, menghayati dan mengamalkan sifat-sifat Allah dengan metode
pembelajaran kooperatif. Yang paling
dominan adalah bekerja dengan media/alat, mendengarkan, memperhatikan
penjelasan guru, dan diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru. Jadi dapat dikatakan bahwa aktivitas siswa
dapat dikategorikan aktif.
Sedangkan
untuk aktivitas guru selama pembelajaran telah melaksanakan langkah-langkah
pembelajaran kooperatif dengan baik. Hal
ini terlihat dari aktivitas guru yang muncul diantaranya aktivitas membentuk
kelompok siswa, menjelaskan/melatih
menggunakan alat, memberi umpan balik/evaluasi/tanya jawab/memberi
penghargaan. Kesimpulannya persentase
untuk aktivitas diatas cukup besar.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.
KESIMPULAN
Dari
penelitian yang telah dilakukan selama
dua siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang
dilakukan dapat disimpulkan sebagai
berikut:
a.
Pembelajaran dengan metode
kooperatif memiliki dampak positif dalam
meningkatkan prestasasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan
ketuntasan belajar siswa dalam setiap
siklus, yaitu: siklus I (73,33%), dan siklus V (90%).
b.
Penemuan metode pembelajaran
kooperatif mempunyai pengaruh positif yaitu dapat meningkatkan motivasi siswa
sehingga nilai formatif yang didapatkan siswa naik.
B.
SARAN
Dari
hasil penelitian yang diperoleh dari
uraian sebelumnya agar proses belajar mengajar bidang studi Aqidah Akhlaq lebih
efektif dan lebih memberikan hasil yang optimal bagi siswa, maka
disampaikan saran sebagai berikut;
a.
Untuk melaksanakan model pengajaran
kooperatif memerlukan persiapan yang matang,
sehingga guru harus mampu memilih dan menentukan topik yang
benar-benar bisa diterapkan dengan model
pembelajaran kooperatif dalam proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil
yang optimal.
b.
Dalam rangka meningkatkan prestasi
belajar siswa , guru hendaknya lebih sering, melatih siswa dengan berbagai
macam metode pembelajaran, walaupun dalam taraaf yang sederhana, dimana siswa
nantinya dapat menemukan pengetahuan
baru dan siswa dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya.
c.
Perlu diadakan penelitian lebih
lanjut, karena hasil penelitian ini, hanya dilakukan di MI Sunan Ampel Kelas V Tahun pelajaran 2011/2012.
d.
Untuk penelitian yang serupa
hendaknya dilakukan perbaikan-perbaikan agar diperoleh hasil yang lebih baik.
DAFTAR
PUSTAKA
Anita
Lie ,2002, cooperative learning, mempraktekkan cooperative learning dilruang
ruang kelas.Jakarta, Grasindo.
Arikunto,
Suharsimi. 1997. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Azhar,
Lalu Muhammad.1993. Proses Belajar Mengajar Pendidikan Jakarta: Usaha
Nasional.
Dr.
H. Muslimin Ibrahim dan Prof. Dr.Muh.Nur.2000. PengajaranBerdasarkan
masalah.Surabaya: University Press dan Pusat Sains dan matematika sekolah
program pascasarjana UNESA.
Dr.
H. Muslimin Ibrahim dkk.2000. Pembelajaran kooperatif. Surabaya, UNESA
University Press dan Pusat Sains dan matematika sekolah program pascasarjana
UNESA.
Dra.
Hj. Masitah, M..si,dkk.2002. Sukses Belajar Dalam Kelompok (makalah)
Pelatihan Pembekalan bagi dosen dan Bimbingan dan Konseling UNESA 2002.
Mukhlis,
Abdul. (ED). 2002. Penelitian Tindakan Kelas. Makalah Panitia Pelatihan
Penulisan Karya ilmiah untuk guru-guru se-kabupaten Tuban.
Prof.Dr.
Mohamad Nur.2002. Contoh Kisi-Kisi Tes butir assesmen kinerja.
Surabaya:Pusat Sains dan Matematika sekolah program pascasarjana.UNESA.
UPAYA PENINGKATAN PRESTASI
BELAJAR
MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAQ DENGAN METODE PENGAJARAN KOOPERATIF
PADA SISWA KELAS V DI MI
Sunan Ampel SIDORAHARJO
KEC. KEDAMEAN KAB. GRESIK
TAHUN PELAJARAN 2011 - 2012
PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)
![]() |
|||
OLEH :
A N S O R I
No.
Peserta :
![]() |
MI Sunan Ampel
SIDORAHARJO
KEC.
KEDAMEAN KAB. G R E S I K
PEDOMAN WAWANCARA ATAU PENDUKUNG INTERVIEW
Identitas
Responden.
N a m a :
Kelas : V (Lima)
Kode :
Petunjuk :
Berilah pada
salah satu jawaban yang tersedia dibawah ini yang kamu anggap benar!.
A.
Pengukuran tentang tanggapan siswa
terhadap metode kooperatif dalam pembelajaran Aqidah Akhlaq.
1.
Apakah perasaan anda senang selama
mengikuti pelajaran Aqidag A ?
...
a. ya b. tidak
2.
Apakah anda sering belajar fiqih? ...
a. ya b. tidak
3.
Apakah kondisi pelaksanaan materi /
praktek Aqidah disekolah
kamu baik? ...
a. ya b. tidak
4.
Apakah anda sering mencari informasi
dalam internet? ...
a. ya b. tidak
5.
Apakah disekolah anda ada hukuman /
sanksi bagi siswa yang tidak mengerjakan tugas dirumah? ...
a. ya b. tidak
B.
Penyuluhan tentang pemahaman Aqidah Akhlaq di MI Sunan Ampel.
1.
Apakah anda melakukan sholat 5 (lima)
waktu sehari semalam! ...
a. ya b. tidak
2.
Apakah anda hafal 2 (dua) kalimah
syahadat? ...
a. ya b. tidak
3.
Apakah anda hafal rukum Islam? ...
a. ya b. tidak
4.
Apakah anda sering membaca do’a setelah sholat? ...
a. ya b. tidak
5.
Apakah anda sudah melafalkan do’a
setelah wudlu? ...
a. ya b. tidak






Komentar
Posting Komentar