CONTOH PTK (Penelitian Tindakan Kelas)


UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAQ DENGAN METODE  PENGAJARAN KOOPERATIF PADA SISWA KELAS V DI MI SUNAN AMPEL SIDORAHARJO KEDAMEAN GRESIK,
 TAHUN PELAJARAN 2011/2012
PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

 









OLEH :
ANSORI, S.Pd
MADRASAH IBTIDAIYAH “ SUNAN AMPEL “
SIDORAHARJO KEDAMEAN GRESIK
 2 0 1 1

LEMBAR PENGESAHAN
Proposal penelitian ini telah disetujui dan sahkan untuk dijadikan sebagai salah satu Karya Tulis Ilmiah tentang Penelitian Tidakan Kelas (PTK).

Judul                          :     UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAQ DENGAN METODE PENGAJARAN KOOPERATIF PADA SISWA KELAS V DI MI SUNAN AMPEL SIDORAHARJO KEDAMEAN GRESIK TAHUN PELAJARAN 2011/2012
.


                                                                      Gresik,                   2011
Mengetahui
Kepala                                                                    Penulis        


ANSORI, S.Pd                                                   ANSORI, S.Pd






KATA PENGANTAR

Dengan mengucap syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT, hanya dengan limpahan rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas penyusunan karya ilmiah yang sekaligus sebagai karya Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul “  UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAAR MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAQ DENGAN METODE PENGAARAN KOOPERATIF PADA SISWA KELAS V DI MI SUNAN AMPEL SIDORAHARJO KEDAMEAN GRESIK “, penulisaan Proposal Penelitian  ini saya susun untuk mengikuti pelaksanaan ujian lisan mata kuliyah Metodologi Penelitian.
Dalam penyusunan karya ini, penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu terima kasih saya ucapkan dengan tulus dan sedalam-dalamnya kepada :
  1. Ansori, S.Pd selaku Kepala MI Sunan Ampel Sidoraharjo Kedamean Gresik
  2. Rekan-rekan guru MI Sunan Ampel Sidoraharjo Kedamean Gresik
  1. Seluruh keluargaku tercinta yang selalu memberikan motivasi dan dukungannya.
  2. Semua pihak yang telah banyak menbantu sehingga penulisan ini selesai.
Penulis menyadari bahwa penulisan Proposal Penelitian  ini jauh dari sempurna untuk itu segala kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak selalu penulis harapkan.



                                                                                                      Penulis


                                                                       
           
                       
BAB I
PENDAHULUAN

A.            LATAR BELAKANG.
Kehidupan dan peradapan manusia senantiasa mengalami perubahan. Dalam merespon fenomena itu, manusia berpacu mengembangkan kualitas pendidikan, salah satunya melalui penyempurnaan kurikulum. Kualitas pendidikan yang tinggi diperlukan untuk menciptakan kehidupan yang cerdas, damai, terbuka, demokratis, dan mampu bersaing.
Pendidikan agama Aqidah Akhlaq di Madrasah sebagai bagian integral dari Pendidikan Agama, memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan dalam pembentukan watak dan kepribadian sisiwa. Tetapi secara substansial mata pelajaran Aqidah Akhlaq memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempraktekan nilai-nilai keyakinan keagamaan (tauhid) dan akhlaqul karimah dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan pengalaman penulis dilapangan, kegagalan belajar banyak dijumpai pada siswa yang tidak memiliki dorongan belajar.  Untuk itu dibutuhkan suatu kegiatan yang dapat membangkitkan motivasi belajar siswa.
Motivasi tidak hanya menjadikan siswa terlibat dalam kegiatan akademik, motivasi juga penting dalam menentukan seberapa jauh siswa menyerap informasi yang  disajikan kepada mereka.  Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu untuk menggunakan  proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu.  Sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik.  Tugas penting guru adalah mendukung motivasi siswa (Nur,  2001:  3).  Untuk itu sebagai seorang guru disamping menguasai materi juga diharapkan dapat menyajikan materi yang sesuai dengan kemampuan dan kesiapan anak.  Berdasarkan uraian tersebut diatas penulis mencoba menerapkan salah satu metode  pembelajaran yaitu : metode pembelajaran kooperatif.  Penulis memilih metode ini untuk mengkondisikan siswa  dapat menentukan apa yang perlu dipelajari dan bagaimana mempelajarinya, membantu siswa memahami konsep-konsep sulit, menumbuhkan kerjasama dalam berfikir, berfikir kritis dan kemampuan dalam membantu teman dalam berfikir.
Dari latar belakang diatas maka penulis dalam penelitian ini mengambil judul “ Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Aqidah Akhlaq Dengan Metode pengajaran kooperatif pada Siswa kelas V di MI Sunan Ampel Sidoraharjo Kedamean Gresik.

B.     Rumusan Masalah.
              Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah sebagai berikut:
1.          Bagaimana kemampuan guru mengelola kelas dengan metode pembelajaran Kooperatif?
2.          Bagaimana aktifitas guru dan siswa dalam pembelajaran menerapkan pembelajaran metode Kooperatif?
3.          Bagaimana prestasi belajar siswa setelah diterapkan metode pembelajaran Kooperatif?

C.    Tujuan Penelitian    
                 Sesuai dengan  permasalahan diatas, penelitian ini bertujuan untuk :
1.          Mendeskripsikan kemampuan guru mengelola kelas dengan metode pembelajaran Kooperatif?
2.          Mendeskripsikan aktifitas guru dan siswa dalam pembelajaran yang  menerapkan metode Kooperatif?
3.          Mengetahui Prestasi siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran Kooperatif?







D.    Manfaat Penelitian
      Penulis mengharapkan dengan hasil penelitian ini dapat:
1.          Memperbaiki mutu pembelajaran melalui strategi pembelajaran yang efektif.
2.          Memberikan informasi tentang model pembelajaran yang menerapkan metode pembelajaran kooperatif.
3.          Menjadi referensi guru dalam mengatasi masalah belajar siswa sehingga dengan cepat dapat mengambil tindakan yang tepat.
                        























BAB V
KAJIAN PUSTAKA DAN RENCANA TINDAKAN

A.    KAJIAN PUSTAKA
1.              Metode Pembelajaran kooperatif.
Model pembelajaran Kooperatif  tidaklah berevolusi dari satu pendekatan tunggal. Model ini dapat ditelusuri kembali dari jaman Yunani kuno, namun perkembangannya  pada masa kini dapat dilacak dari karya para ahli psikologi pendidikan  dan teori belajar pada awal abad ke -20.
1.          John Dewey, Herbert Theland, dan Kelas Demokratis.
Pada tahun 1916, John Dewey, yang kemudian mengajar di Universitas Chicago, menulis sebuah buku yang berjudul Democracy and Education.  Dia menetapkan sebuah konsep pendidikan yang menyatakan bahwa kelas seharusnya cermin masyarakat yang lebih besar yang berfungsi sebagai laboratorium untuk belajar tentang kehidupan nyata.
Herbert Thelan (1954,1969) juga dari Universitas Chicago, mengembangkan prosedur yang lebih tepat untuk membawa siswa bekerja dalam  kelompok.  Thelan berargumentasi bahwa kelas haruslah merupakan laboratorium atau miniature demokrasi yang bertujuan mengkaji masalah-masalah social, dan antar pribadi.

2.          Gordon Allport dan Relasi antar kelompok.
Ahli sosiologi Gordon Allport mengingatkan bahwa hukum saja tidak mengurangi kecurigaan antar kelompok dan mendatangkan penerimaan dan pemahaman lebih baik.
Shlomo Sharan dan teman-temannya mengiktisarkan tiga kondisi dasar yang dirumuskan oleh gordon Allport untuk mencegah terjadinya kecurigaan antar ras dan etnis yaitu:



a.               Kontak langsung antar etnis, yaitu:
b.              Sama-sama berperan serta didalam kondisi status yang sama antara anggota dari berbagai kelompok dalam suatu setting tertentu.
c.               Dimana setting itu secara resmi mendapat persetujuan kerjasama antar etnis.
3.    Belajar Berdasar Pengalaman
Pandangan teoritis terakhir yang memberikan dukungan teoritis untuk pembelajaran komparatif datang dari para ahli teori dan peneliti yang tertarik terhadap bagaimana individu belajar dari pengalaman.  Pengalaman banyak memberikan sumbangan terhadap apa yang dipelajari seseorang.

2.      Pengertian Prestasi Belajar         
Kata prestasi berasal dari Bahasa Belanda, yaitu “Prestatie” yang artinya apa yang telah dapat diciptakan.  Hasil pekerjaan atau hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan berusaha.  Sedangkan arti prestasi menurut  W.J.S. Purwadarminta dalam kamus bahasa Indonesia (1986 : 700) menyatakan  bahwa prestasi, adalah hasil yang telah dicapai setelah melakukan atau mengerjakan sesuatu hal.  Zaenal Arifin (1991: 3 ), Menyatakan bahwa “Prestasi adalah suatu usaha dari seseorang siswa, kemampuan siswa  tersebut apa yang dapat dinilai atau dicapai dalam pemberian evaluasi.
Dari pengertian para ahli dapat ditarik kesimpulan bahwa pretasi adalah hasil usaha seseorang setelah dia mengerjakan atau melakukan sesuatu setelah dinilai.

3.      Pengertian Belajar     
 Menurut pendapat  J.L. Pasaribu dan Simanjuntak (1983 : 60 ), menyatakan bahwa:
 Belajar adalah suatu proses perubahan kegiatan reaksi terhadap lingkungan, perubahan tersebut tidak dapat  disebut belajar apabila disebabkan oleh pertimbangan  atau keadaan sementara seseorang, seperti kelelahan atau disebabkan obat-obatan.
Jadi pengertian belajar adalah sebuah proses berubah, dalam arti perubahan tentang tingkah laku terhadap lingkungan sekitar.

Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar:
a.       Faktor intern.
Yaitu faktor-faktor  atau unsur-unsur  yang ada didalam diri anak itu sendiri yang mempengaruhi kegiatan belajar.
b.      Faktor ekstern
Yaitu faktor-faktor  atau unsur-unsur yang mempengaruhi perbuatan belajar yang berasal dari luar  dari anak itu sendiri.  Ada faktor-faktor atau unsur-unsur yang mempengaruhi prestasi belajar anak yaitu antara lain:
-              Faktor Pendidik atau guru
Didalam menentukan prestasi belajar, seorang guru atau pendidik adalah faktor yang sangat penting dalam keberhasilan seorang siswa, dalam menyerap ilmu yang mereka berikan.
-              Faktor Siswa atau peserta didik.
      Seorang peserta didik harus sadar akan kewajibannya sebagai seorang siswa, Jika seorang siswa sadar akan kewajibannya sebagai seorang siswa yang harus belajar dengan baik, maka dia akan berhasil dalam mencapai tujuan belajar, tetapi sebaliknya apabila siswa tidak menyadari akan kewajibannya, maka dia akan gagal dalam mencapai tujuan yang dicita-citakan.
-              Faktor Metode atau cara.
Di dalam faktor metode pengajaran, seorang guru dituntut untuk memilih metode apa yang cocok yang akan digunakan dalam penyampaian materi pelajaran.
-              Faktor media atau alat-alat pembelajaran
 Seorang  guru harus dapat menentukan media apa yang akan dipilih atau yang akan digunakan dalam proses pembelajaran.  Apabila guru tepat memilih media yang tepat, maka siswa akan dengan mudah memahami materi yang diberikan. Dan hal ini  akan sangat membantu siswa dalam belajar, begitu  juga sebaliknya apabila guru salah memilih media pengajaran, maka akan menyulitkan peserta didiknya.

4.      Pengertian Aqidah Akhlaq
Menurut bahasa, kata Aqidah berasal dari bahasa Arab, yaitu aqodda yang artinya adalah ikatan atau perjanjian. Para ulama memberi pengertian (mendefinisikan) Aqidah sebagai berikut :
Menurut istilah, aqidah adalah suatu pokok atau dasar keyakinan yang harus dipegang oleh orang yang mempercayainya.
Berdasarkan pengertian Aqidah diatas, maka yang dimaksud Aqidah Akhlaq adalah pokok-pokok aqidah, seperti nama-nama sifat Allah tentang Malaikat, kitab-kitab Allah, hari qiamat, syurga, neraka mereka dan lain-lain. Mata pelajaran Aqidah Akhlaq dalam kurikulum Madrasah  adalah salah satu bagian mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang diarahkan untuk menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, dan mengamalkan syariat Islam, yang kemudian menjadi dasar pandangan hidupnya (way of live) melalui kegiatan bimbingan, pembelajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman.


B.     RENCANA TINDAKAN
Rencana tindakan merupakan tahap dimana dilaksanakan strategi, teknik dan alternatif pemecahan masalah dalam pelaksannaan pengajaran menggunakan metode kooperatif
Rencana tindakan pada metode kooperatif adalah dengan menggunakan Managemen tugas, antara lain:

1.          Tugas-tugas Perencanaan.
a.       Memilih Pendekatan.
-              STAD (Student Teams Achievement Division)
Guru yang menggunakan STAD juga mengacu pada belajar kelompok siswa, menyajikan informasi akademik baru kepada setiap siswa setiap minggu menggunakan presentasi verbal atau teks.  Siswa dalam suatu kelas dipecah menjadi kelompok dengan anggota 4-5 orang. Setiap kelompok haruslah heterogen, terdiri dari laki-laki, dan perempuan, memiliki kemampuan tinggi,sedang dan rendah.

b.      Tugas-Tugas Interaktif.
-              Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa.
Guru memulai pelajaran dengan menelaah ulang , menjelaskan tujuan mereka dengan bahasa yang mudah dipahami, dengan menunjukkan bagaimana pelajaran itu terkaait dengan pelajaran sebelumnya.
-              Menyajikan Informasi.
Guru Menyajikan informasi dengan jelas kepada sisiwa dan memberikan petunjuk bagaimana melakukannya.
-     Mengorganisasikan dan Membantu Kelompok Belajar.
      






 BAB VI
METODE PENELITIAN
             Penelitian ini merupakan penelitian tindakan, karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas.  Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu tehnik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang dVnginkan dapat dicapai.
             Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai guru bidang studi Aqidah Akhlaq sebagai pengajar tetap dan dilakukan seperti biasa, sehingga siswa tidak tahu kalau diteliti.  Dengan cara ini diharapkan dan didapatkan data  yang seobyektif mungkin demi kevalidan data yang diperlukan.
             Penelitian ini akan dihentikan apabila ketuntasan belajar secara klasikal telah mencapai 85% atau lebih. Jadi dalam penelitian ini, peneliti tidak tergantung pada jumlah siklus yang harus dilalui.
A.    SETTING PENELITIAN
Setting penelitian diartikan sebagai ruang/lokasi, waktu serta subyek yang akan di teliti yang dapat diuraikan sebagai berikut :
1.      Lokasi Penelitian
Nama Lokasi          :  MI SUNAN AMPEL
Alamat                  : Sidoraharjo  kec. Kedamean Kab.gresik
2.      Waktu Penelitian
Bulan Juli  2011 – Bulan September 2012
3.      Subyek Penelitian
Siswa-siswi  kelas V di MI SUNAN AMPEL sebanyak 30 orang pada pokok bahasan. Mengamati sifat wajib Allah, sifat mukhal Allah, SWT.

B.     PERSIAPAN PENELITIAN
Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih, yaitu penelitian tindakan, maka penelitian ini menggunakan  model penelitian  tindakan dari Kemmis dan Taggart.(dalam Sugiarti, 1997 : 6 ) yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus berikutnya.  Setiap siklus meliputi Planning, action,  observation, dan reflection.  Langkah pada siklus berikutnya adalah perencanaan yang sudah direvisi,tindakan, pengamatan dan refleksi.  Sebelum masuk pada siklus 1 dilakukan tindakan pendahuluan yang berupa identifikasi permasalahan.  Siklus spiral dari tahap tahap penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada gambar berikut

C.    SIKLUS PENELITIAN
 


REFLEKSI
 
 
 








Keterangan :
1.              Rancangan atau rencana awal, sebelum mengadakan penelitian peneliti menyusun rumusan masalah, tujuan dan membuat rencana tindakan, termasuk didalamnya instrumen penelitan  dan perangkat pembelajaran.
2.               Kegiatan dan pengamatan, meliputi tindakan yang dilakukan oleh peneliti sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar siswa, serta mengamati hasil atau dampak dari diterapkannya metode pembelajaran kooperatif.
3.              Refleksi, Peneliti mengkaji, melihat, dan mempertimbangkan hasil atau dampak dari tindakan yang dilakukan berdassarkan lembar pengamatan yang dVsi oleh pengamat.
4.              Rencana yang direvisi,  berdasarkan hasil dari refleksi dari pengamat membuat rancangan yang direvisi untuk dilaksanakan pada siklus berikutnya.
Observasi dibagi dalam dua putaran yaitu putaran 1 dan 2, dimana masing-masing putaran dikenai perlakuan yang sama (alur kegiatan yang sama) dan membahas satu pokok bahasan yang diakhiri dengan tes formatif diakhir masing putaran.

D.    INSTRUMEN PENELITIAN
Instrumen dalam penelitian merupakan alat yang digunakan sebelum, selama dan sesudah penelitan yang berkaitan langsung dengan tindakan yang dikenakan pada siswa terdiri dari :
a.       Silabus.
b.      RPP
c.       lembar kegiatan siswa
d.      Lembar observasi kegiatan belajar mengajar
1.             Lembar observasi pengolahan pembelajaran metode kooperatif, untuk mengamati kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran.
2.             Lembar Observasi aktivitas siswa dan guru, untuk mengamati aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran.
e.       Tes Formatif.

E.     METODE PENGUMPULAN DATA
 Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi pengolahan pembelajaran dengan metode kooperatif, observasi aktifitas siswa dan guru, dan tes formatif.

F.                 TEHNIK ANALISIS DATA
Untuk mengetahui keefektifan suatu metode dalam kegiatan pembelajaran perlu diadakan analisis data.
Untuk menganalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir putaran.
Analisis ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana yaitu:


1.                  Untuk menilai ulangan  atau tes formatif.
Peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa, yang selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa yang ada dikelas tersebut sehingga diperoleh rata-rata tes formatif dapat dirumuskan:

X  = ∑ X
       ∑ N
Dengan        : X     = Nilai rata – rata      ∑ N  = Jumlah Nilai
                    ∑ X  = Jumlah Semua nilai siswa
2.                  Untuk Ketuntasan Belajar.
              Ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu secara perorangan dan secara klasikal.  Berdasarkan petunjuk pelaksanaan belajar mengajar kurikulum 1994 (Depdikbud,1994), yaitu seorang siswa telah tuntas belajar  bila telah mencapai skor 65% atau nilai tersebut mencapai minimal Kriteria ketuntasan minimal (KKM), dan kelas disebut tuntas belajar bila dikelas tersebut terdapat 85% yang telah mencapai daya serap lebih dari sama dengan 65%.  Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar digunakan rumus sebagai berikut:











 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.   HASIL PENELITIAN
1.      SIKLUS PERTAMA
a.       Tahap Perencanaan
Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pembelajaran  1, LKS 1, Soal tes Formatif 1, dan alat-alat pengajaran yang mendukung.
b.      Tahap Kegiatan dan pelaksanaan.
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus 1 dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2011 dikelas V dengan jumlah siswa 30 anak.  Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru.  Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pembelajaran yang telah disiapkan sebelumnya.  Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.
Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif  1 dengan tujuan untuk mengetahui  tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan.  Adapun data hasil penelitian pada siklus 1 adalah sebagai berikut:      

Tabel hasil tes Formatif Siswa pada siklus 1
No
Induk
Nama
BIDANG STUDI  AQIDAH A
Ket
T
TT
1
2
3
4
5
6
1
399
Achmad Fandio Darusman
80
 √

2
400
Achmad Fatoni
80
 √

3
401
Ahmad Fadli Muzaki
55

 √
4
402
Alda Katurindes
80
 √

5
403
Anis Nurmawatin
80
 √

6
404
Arif Pranoto
80
 √

7
405
Arik Purwanto
50

 √
8
406
Ayu Fitri Lestari
70
 √

9
407
Bayu Adi Setiawan
80
 √

10
408
Dewi Anjarsari
70
 √

11
409
Dewi Purwati
70
 √

12
410
Dewi Sunipah
50

 √
13
411
Diki Adi Setiawan
80
 √

14
412
Dita Krisdiantoro
60

 √
15
413
Dwi Afita Tri Astri
80
 √

16
314
Febri Eko Budiawan
80
 √

17
315
Khusnul Khotimah
60

 √
18
316
Lia Nurhayati
80
 √

19
317
Linda Asmara
80
 √

20
318
Muhammad Arif Syafaruddin
80
 √

21
319
Muhammad Feri Efendy
80
 √

22
320
Muhammad Khomaruddin
80
 √

23
321
Muhammad Sholikhan Arif
60

 √
24
322
M. Taufik Sultoni Ilman
80
 √

25
323
Narto
80
 √

26
324
Saiful Arif
80
 √

27
325
Saiful islam Al - Ghozi
50

 √
28
326
Sisca Mafrudhotul Khoirotur
80
 √

29
327
Siti Anggraini
50

 √
30
328
Siti ayu Candra lestari
65
 √



Jumlah skor
2150




Skor maksimal ideal
3000




Rata-rata skor tercapai
71,67









Keterangan      :  T   :  Tuntas
                         TT :   Tidak Tuntas
Jumlah siswa yang tuntas               :  22 siswa
Jumlah siswa yang tidak tuntas       :  8 siswa
Klasikal                                         :  73,33%  Tuntas

Tabel Rekapitulasi hasil tes formatif 1
No
Uraian
Hasil siklus 1
1
2
3
Nilai rata-rata tes formatif
Jumlah siswa yang tuntas belajar
Persentase ketuntasan belajar
71,67
22
73,33

2.      SIKLUS KEDUA
a.               Tahap Perencanaan.
Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pembelajaran 2, lks 2, tes formatif 2, dan alat-alat pengajaran yang mendukung.
b.              Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan.
Pelaksanaan belajar mengajar untuk silklus V dilaksanakan pada tanggal. 18 Agustus 2011 dengan jumlah siswa 30 siswa.  Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru.  Adapun dalam proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus I, Sehingga kesalahan pada siklus I tidak terulang lagi pada siklus V.  Pengamatan dilakukan bersamaan dengan pelaksananaan belajar mengajar.
Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif V dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa selama proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Instrumen yang digunakan adalah tes formatif V.  Adapun data hasil penelitian pada siklus V adalah sebgai berikut:

Tabel hasil tes Formatif Siswa pada siklus V
No
Induk
Nama
BIDANG STUDI AQIDAH A
Ket
T
TT
1
2
3
4
5
6
1
399
Achmad Fandio Darusman
90
 √

2
400
Achmad Fatoni
90
 √

3
401
Ahmad Fadli Muzaki
70
 √

4
402
Alda Katurindes
80
 √

5
403
Anis Nurmawatin
80
 √

6
404
Arif Pranoto
90
 √

7
405
Arik Purwanto
60

 √
8
406
Ayu Fitri Lestari
70
 √

9
407
Bayu Adi Setiawan
90
 √

10
408
Dewi Anjarsari
70
 √

11
409
Dewi Purwati
90
 √

12
410
Dewi Sunipah
60

 √
13
411
Diki Adi Setiawan
80
 √

14
412
Dita Krisdiantoro
70
 √

15
413
Dwi Afita Tri Astri
90
 √

16
314
Febri Eko Budiawan
80
 √

17
315
Khusnul Khotimah
60
 √

18
316
Lia Nurhayati
80
 √

19
317
Linda Asmara
80
 √

20
318
Muhammad Arif Syafaruddin
80
 √

21
319
Muhammad Feri Efendy
80
 √

22
320
Muhammad Khomaruddin
90
 √

23
321
Muhammad Sholikhan Arif
70
 √

24
322
M. Taufik Sultoni Ilman
80
 √

25
323
Narto
90
 √

26
324
Saiful Arif
90
 √

27
325
Saiful islam Al - Ghozi
70
 √

28
326
Sisca Mafrudhotul Khoirotur
80
 √

29
327
Siti Anggraini
60

 √
30
328
Siti ayu Candra lestari
80
 √



Jumlah skor
2350




Skor maksimal ideal
3000




Rata-rata skor tercapai
78,33









Keterangan    :  T   :  Tuntas
TT  :   Tidak Tuntas
Jumlah siswa yang tuntas               :   27 siswa
Jumlah siswa yang tidak tuntas       :  3 siswa
Klasikal                                         :  90 % Belum

Tabel Rekapitulasi hasil tes formatif V
No
Uraian
Hasil siklus V
1
2
3
Nilai rata-rata tes formatif
Jumlah siswa yang tuntas belajar
Persentase ketuntasan belajar
78,33
22
90%

Berdasarkan Tabel diatas diperoleh nilai rata-rata tes 78,33 dan dari 30 siswa yang telah tuntas sebanyak 27 siswa dan 3 siswa belum mencapai ketuntasan belajar.  Maka secara klasikal ketuntasan belajar yang telah tercapai sebesar 90% (termasuk kategori tuntas).  Hasil pada siklus V ini mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan dari siklus I.  Adanya peningkatan hasil belajar pada siklus V ini dipengaruhi oleh adanya kemampuan guru dalam menerapkan metode pembelajaran komparatif, sehingga siswa lebih terbiasa dengan pembelajaran seperti ini dan siswa mudah dalam memahami materi yang telah disampaikan guru.  Pada siklus V ini ketuntasan secara klasikal telah tercapai, sehingga penelitian ini hanya sampai pada siklus V.

c.    Refleksi.
Pada tahap ini akan dikaji apa yang telah terlaksana dengan baik maupun yang masih kurang baik dalam proses belajar mengajar  dengan menerapkan metode pembelajaran komparatif.  Dari data-data yang diperoleh dapat diuraikan sebagai berikut:
1.          Selama Proses belajar mnegajar guru telah melaksanakan semua pembelajaran dengan baik.  Meskipun ada beberapa aspek yang belum sempurna, tetapi persentase pelaksanaannya untuk masing-masing aspek cukup besar.
2.          Berdasarkan data hasil pengamatan diketahui bahwa siswa aktif selama proses belajar berlangsung.
3.          Kekurangan pada siklus-siklus sebelumnya sudah mengalami perbaikan dan peningkatan sehingga menjadi lebih baik.
4.          Hasil belajar siswa pada siklus V mencapai ketuntasan.
d.    Revisi Pelaksanaan
Pada siklus V guru telah menerapkan metode pembelajaran komparatif dengan baik, dan dilihat dari aktifitas siswa serta hasil bejar siswa, pelaksanaan proses belajar mengajar  sudah berjalan dengan baik.  Maka tidak perlu dilakukan revisi terlalu banyak, tetapi yang perlu diperhatikan untuk tindakan selanjutnya adalah memaksimalkan dan mempertahankan apa yang telah ada dengan tujuan agar pada pelaksanaan proses belajar mengajar selanjutnya menerapkan metode pembelajaran komparatif dapat meningkatkan proses belajar-mengajar sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

B.     PEMBAHASAN.
1.      Ketuntasan Hasil Belajar Siswa.
Melalui hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.  Hal ini dapat dilihat dari semakin tingginya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat dari siklus I dan siklus V).  Pada siklus V ketuntasan belajar siswa tercapai.

2.      Kemampuan Guru Dalam Mengelola Pembelajaran.
Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran kooperatif dalam setiap siklus mengalami peningkatan.  Hal ini berdampak positif pada prestasi belajar siswa yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan.

3.      Aktifitas Guru Dan Siswa Dalam Pembelajaran.
Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran  mata pelajaran Aqidah Akhlaq pada pokok bahasan mengamati, menghayati dan mengamalkan sifat-sifat Allah dengan metode pembelajaran kooperatif.  Yang paling dominan adalah bekerja dengan media/alat, mendengarkan, memperhatikan penjelasan guru, dan diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru.  Jadi dapat dikatakan bahwa aktivitas siswa dapat dikategorikan aktif.
Sedangkan untuk aktivitas guru selama pembelajaran telah melaksanakan langkah-langkah pembelajaran kooperatif dengan baik.  Hal ini terlihat dari aktivitas guru yang muncul diantaranya aktivitas membentuk kelompok siswa,  menjelaskan/melatih menggunakan alat, memberi umpan balik/evaluasi/tanya jawab/memberi penghargaan.  Kesimpulannya persentase untuk aktivitas diatas cukup besar.
     

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    KESIMPULAN
Dari penelitian yang telah dilakukan  selama dua siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang dilakukan  dapat disimpulkan sebagai berikut:
a.                       Pembelajaran dengan metode kooperatif  memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan  belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu: siklus I (73,33%), dan siklus V (90%).
b.                      Penemuan metode pembelajaran kooperatif mempunyai pengaruh positif yaitu dapat meningkatkan motivasi siswa sehingga nilai formatif yang didapatkan siswa naik.

B.     SARAN
Dari hasil penelitian yang diperoleh  dari uraian sebelumnya agar proses belajar mengajar bidang studi Aqidah Akhlaq lebih efektif dan lebih memberikan hasil yang optimal bagi siswa, maka disampaikan  saran sebagai berikut;
a.                       Untuk melaksanakan model pengajaran kooperatif memerlukan persiapan yang matang,  sehingga guru harus mampu memilih dan menentukan topik yang benar-benar  bisa diterapkan dengan model pembelajaran kooperatif dalam proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang optimal.
b.                      Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa , guru hendaknya lebih sering, melatih siswa dengan berbagai macam metode pembelajaran, walaupun dalam taraaf yang sederhana, dimana siswa nantinya dapat menemukan  pengetahuan baru dan siswa dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya.
c.                       Perlu diadakan penelitian lebih lanjut, karena hasil penelitian ini, hanya dilakukan di MI Sunan Ampel Kelas V Tahun pelajaran 2011/2012.
d.                      Untuk penelitian yang serupa hendaknya dilakukan perbaikan-perbaikan agar diperoleh hasil yang lebih baik.





























DAFTAR PUSTAKA
Anita Lie ,2002, cooperative learning, mempraktekkan cooperative learning dilruang ruang kelas.Jakarta, Grasindo.
Arikunto, Suharsimi. 1997. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Azhar, Lalu Muhammad.1993. Proses Belajar Mengajar Pendidikan Jakarta: Usaha Nasional.
Dr. H. Muslimin Ibrahim dan Prof. Dr.Muh.Nur.2000. PengajaranBerdasarkan masalah.Surabaya: University Press dan Pusat Sains dan matematika sekolah program pascasarjana UNESA.
Dr. H. Muslimin Ibrahim dkk.2000. Pembelajaran kooperatif. Surabaya, UNESA University Press dan Pusat Sains dan matematika sekolah program pascasarjana UNESA.
Dra. Hj. Masitah, M..si,dkk.2002. Sukses Belajar Dalam Kelompok (makalah) Pelatihan Pembekalan bagi dosen dan Bimbingan dan Konseling UNESA 2002.
Mukhlis, Abdul. (ED). 2002. Penelitian Tindakan Kelas. Makalah Panitia Pelatihan Penulisan Karya ilmiah untuk guru-guru se-kabupaten Tuban.
Prof.Dr. Mohamad Nur.2002. Contoh Kisi-Kisi Tes butir assesmen kinerja. Surabaya:Pusat Sains dan Matematika sekolah program pascasarjana.UNESA.







UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR
MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAQ DENGAN METODE PENGAJARAN KOOPERATIF
PADA SISWA KELAS V DI MI Sunan Ampel SIDORAHARJO
KEC. KEDAMEAN KAB. GRESIK
TAHUN PELAJARAN 2011 - 2012

PENELITIAN  TINDAKAN KELAS (PTK)
 













OLEH :
A N S O R I
No. Peserta :
 



MI Sunan Ampel
SIDORAHARJO
KEC. KEDAMEAN KAB. G R E S I K


PEDOMAN WAWANCARA ATAU PENDUKUNG INTERVIEW

Identitas Responden.
N a m a        :
Kelas            : V (Lima)
Kode            :

Petunjuk :
Berilah pada salah satu jawaban yang tersedia dibawah ini yang kamu anggap benar!.
A.          Pengukuran tentang tanggapan siswa terhadap metode kooperatif dalam pembelajaran Aqidah Akhlaq.
1.                  Apakah perasaan anda senang selama mengikuti pelajaran Aqidag A ? ...
a. ya                        b. tidak
2.                  Apakah anda sering belajar fiqih? ...
a. ya                        b. tidak
3.                  Apakah kondisi pelaksanaan materi / praktek Aqidah disekolah kamu baik? ...
a. ya                        b. tidak
4.                  Apakah anda sering mencari informasi dalam internet? ...
a. ya                        b. tidak
5.                  Apakah disekolah anda ada hukuman / sanksi bagi siswa yang tidak mengerjakan tugas dirumah? ...
a. ya                        b. tidak






B.           Penyuluhan tentang pemahaman Aqidah Akhlaq di MI Sunan Ampel.
1.                  Apakah anda melakukan sholat 5 (lima) waktu sehari semalam! ...
a. ya                        b. tidak
2.                  Apakah anda hafal 2 (dua) kalimah syahadat? ...
a. ya                        b. tidak
3.                  Apakah anda hafal rukum Islam? ...
a. ya                        b. tidak
4.                  Apakah anda  sering membaca do’a setelah sholat? ...
a. ya                        b. tidak
5.                  Apakah anda sudah melafalkan do’a setelah wudlu? ...
a. ya                        b. tidak


Komentar

Postingan Populer